ArtikelBlog

5 Sumber Mata Air Pegunungan di Banten Dengan Potensi Luar Biasa

Mata Air Pegunungan

Selain dengan wisata pantainya, Provinsi Banten terkenal dengan wisata alamnya salah satunya yaitu gunung. Terdapat beberapa gunung dan pegunungan di Banten yang cukup dikenal. Walau tak sepopuler dengan gunung-gunung di tempat lain yang biasa didaki, ada Gunung di Banten ada yang menjadi primadona para pecinta alam misalnya Gunung Pulosari. Selain potensi wisata, gunung juga memiliki potensi lain seperti sebagai sumber mata air pegunungan yang digunakan untuk banyak hal. Seperti rekreasi, sumber konsumsi warga sekitar, sungai yang digunakan alat transportasi, rekreasi atau sekedar tempat kegiatan keseharian warga untuk MCK. Namun kali ini kita akan membahas gunung yang menjadi sumber mata air pegunungan di provinsi Banten.

Kira-kira gunung apa saja di Banten dan yang menjadi sumber mata air pegunungan yang ada di Provinsi Banten? Yuk simak daftarnya berikut ini!

Gunung Karang

Gunung Karang merupakan gunung tertinggi di Provinsi Banten. Berlokasi di Kabupaten Pandeglang. Ketinggiannya etinggian 1.778 meter di atas permukaan laut. Puncaknya bernama Sumur Tujuh yang sering menjadi wisata ziarah bagi masyarakat Pandeglang dan sekitarnya. Menurut wikipedia, gunung ini masuk kedalam kelompok Stratovolcano yang memiliki potensi meletus.

Gunung Karang memiliki mata air yang sangat melimpah sehingga menjadi sumber mata air pegunungan terbesar di Provinsi Banten. Ini ditandai dengan banyaknya mata air yang dijadikan objek wisata, tempat rekreasi, curug, sungai-sungai baik besar ataupun kecil hingga perusahaan air mineral di sekitar kaki gunung Karang. Objek wisata dan tempat rekreasi terkenal yang memaanfaatkan sumber mata air pegunungan ini antar lain: Batu Quran, Pemandian Cikoromoy, CAS Cikole, Pemandian Air Hangat Cisolong, dan Wisata Air DM Tirta.

Gunung Pulosari

Masih di Kabupaten Pandeglang, terdapat gunung yang cukup populer bagi para pendaki yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu gunung Pulosari. Gunung Pulosari memiliki ketinggian 1346 meteri di atas permukaan laut. Sama halnya seperti gunung Karang, gunung Pulosari pun memiliki banyak potensi selain wisata pendakian. Karena jaraknya tak jauh dari gunung Karang dan hampir berdampingan, gunung ini memiliki potensi yang hampir sama. Yaitu memiliki mata air yang melimpah dengan ditandai dengan banyaknya mata air yang dijadikan objek wisata, tempat rekreasi, curug, sungai-sungai baik besar ataupun kecil hingga perusahaan air mineral di sekitarnya.

Gunung Aseupan

Masih di Kabupaten Pandeglang, 18 km sebelah barat Kota Pandeglang terdapat gunung Aseupan. Gunung Aseupan memiliki ketinggain 1174 meter di atas permukaan laut. Potensi gunung Aseupan belum dikelola dengan baik, baik sebagai tempat wisata atau potensi lainnya. Gunung ini masih alami dan menjadi habitat bagi tanaman kantong semar (Nepenthes gymnamphora). Tanaman tersebut bisa ditemui di ketinggian antara 1.000-1.100 mdpl.

Namun karena gunung tersebut masih alami dan jalurnya masih rimbun dengan tanaman-tanaman liar, menjadikan gunung aseupan kaya akan mata air. Terutama di wilayah dan desa-desa sekitar kaki gunung Aseupan. Walau di puncak kabarnya sulit di dapat sumber mata air pegunungan seperti sumur tujuh di puncak gunung Karang, namun gunung Aseupan memiliki banyak mata air di kaki gunungnya. Ini tentu menjadi potensi yang bagus untuk wisata ataupun ekonomi warga sekitar terutama. Walau gunung Aseupan ini memiliki banyak cerita mistis di kalangan warga sekitar dan para pendaki.

Gunung Halimun

Nama gunung Halimun berasal dari bahasa Sunda yang berarti kabut. Gunung Halimun sendiri bagian dari Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) yang letakanya di Provinsi Jawa Barat dan perbatasan Banten. TNHGS berada di tiga kabupaten, yaitu kabupaten Bogor, dan Sukabumi di Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Lebak di Provinsi Banten. Gunugn ini memiliki banyak puncak dua diantaranya puncak gunung Halimun Utara setinggi 1.929 mdpl dan puncak Halimun Selatan setingg 1.758 mdpl. Jadi sebenarnya gunung ini tidak sepenuhnya berada di Provinsi Banten. Namun banyak potensi yang mendukung provinsi Banten selain potensi alam dari jenis flora dan fauna yang kaya karena termasuk hutan hujan dataran rendah, salah satunya sebagai tempat hulu sungai yang mengaliri provinsi Banten yaitu sungai Cibanten, sungai Ciujung dan Ciberang. Sungai terakhir yang disebutkan menjadi wisata arung jeram atau rafting. Selain itu juga, kawasan TNGHS dan sekitarnya juga merupakan tempat tinggal beberapa kelompok masyarakat adat, antara lain masyarakat adat Kasepuhan Banten Kidul dan masyarakat suku Baduy.

Awal tahun 2020 terjadi banjir bandang di sungai Ciberang yang berhulu di gunung Halimun di Kabupaten Lebak ini. Kabarnya hal itu disebabkan karena penambangan emas ilegal di kaki gunung Halimun yang merupakan hulu sungai Ciberang. Selain sumber mata air pegunungan yang melimpah, gunung Halimun ternyata juga memiliki potensi sumber tambang emas yang menggiurkan. Hal ini tak banyak diketahui diketahui orang.

Gunung Endut

Tak banyak tahu tentang gunung Endut di Provinsi Banten ini. Gunung Endut adalah memiliki ketinggian mencapai 1.207 meter di atas permukaan laut. Gunung Endut secara administratif berada di kecamatan Cipanas, kecamatan Sobang, dan kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. Gunung ini menjadi hulu sungai Cisemeut. Di sekitar kaki gunung Endut juga ditemukan beberapa mata air panas sebagai potensi panas bumi yang cukup luar biasa di antaranya mata air panas di Cikawah dan Handeuleum. Keduanya menjadi manifestasi panas bumi yang dikelola dan akan dikembangkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Berikut kami kutip artikel dari website Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan judul Evaluasi Potensi Panas Bumi Daerah Gunung Endut Kabupaten Lebak – Provinsi Banten.

“Prospek panas bumi Gunung Endut secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dan pada posisi geografis daerah penyelidikan terletak pada posisi antara 106°15’22”-106°22’39” BT dan 6°34’4”-6°41’4” LS, Keberadaannya dimanifestasikan dengan adanya mata air panas di Cikawah dan Handeuleum. Kubah-kubah vulkanik yang terbentuk di sekitar manifestasi Cikawah dan Handeuleum diduga menjadi sumber panas pada sistem panas bumi G. Endut. Zona permeabel pada Formasi Sareweh dan Cimapag yang terkekarkan dengan kedalaman puncaknya sekitar 1500 m di bawah manifestasi air panas Cikawah dan Handeuleum diduga sebagai lapisan reservoir dalam prospek G. Endut. Luas prospek panas bumi daerah ini ditafsirkan mencapai luas sekitar 11 km2  dengan potensi cadangan terduga sebesar 80 MWe. Pasokan air meteorik (101 hingga 300 mm/tahun) meresap melalui zona resapan (60%), menjadi cadangan air bawah permukaan yang menopang eksistensi sistem panas bumi daerah ini. Sebagai bahan Wilayah Kerja Pertambangan diusulkan sekurang-kurangnya area seluas 41 km2, yang mungkin masih bisa meluas atau menyempit dan wilayah ini bisa dicapai dengan kendaraan roda empat.”

Itulah 5 potensi yang luar biasa dari mata air pegunungan di Banten. Semoga bermanfaat. Salam Wisata Banten Madani!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *